Tata Cara Niat Dan Waktu Sholat Gerhana Matahari/Bulan

Advertisement
Advertisement
Tata Cara Niat Dan Waktu Sholat Gerhana Matahari/Bulan. Sholat gerhana adalah merupakan sholat sunat yang di laksanakan ketika sedang terjadinya gerhana baik gerhana matahari maupun gerhana bulan sehingga sholat gerhana bisa di laksankan siang ataupun malam, karena terjadinya gerhana bisa pada waktu siang dan bisa juga pada waktu malam hari.

sholat gerhana termasuk sholat yang bisa di laksanakan kapan saja walaupun dalam waktu yang di haramkan melaksanakan sholat, karena ada beberapa waktu yang haram melaksanakan sholat jikalau tidak ada sebab/alasan. Adapun yang menjadikan sebab bisa nya melaksanakan sholat pada waktu haram itu ada 2 diantaranya sebab yang mendahului waktu seperti sholat istisqo dan kedua sebab yang berbarengan dengan waktu seperti sholat gerhana.

Adapun tata cara sebelum pelaksanaan sholat gerhana hampir sama seperti sholat sunat idul Fitri/Adha yaitu setelah sholat di akhiri dengan khutbah dua namun dalam tata cara sholatnya yang berbeda, karena sholat gerhana memiliki dua kali ruku dan dua kali bacaan surat fatihah dalam tiap-tiap rakaat, adapun bilangan rakaat sholat gerhana itu adalah 2 rakaat jada dalam dua raakat itu sholat gerhana ada empat kali ruku dan empat kali baca surat fatihah.

Tata Cara Niat Dan Waktu Sholat Gerhana Matahari/Bulan

Untuk supaya lebih jelasnya tata cara dan bacaan niat serta doa sholat gerhana matahari maupun gerhana bulan bisa anda ikuti panduannya seperti yang akan kami jelaskan dalam artikel ini dengan menggunakan tulisan arab latin lengkap dengan artinya guna untuk membantu saudara-saudara kami seiman dan seperjuangan yang masih belum faham atau karena mungkin lupa lagi kerena jarang dilaksanakannya.

Adapun tata cara shalat gerhana bulan ataupun matahari adalah sebagai berikut :
1. Niat
Berikut Lafadz Niat Shalat Gerhana Bulan atau Gerhana Matahari :
Gerhana Bulan

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِخُسُوْفِ الْقَمَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى


{” Ushallii Sunnatal Khusuufil-Qomari Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}

Artinya : {” Saya niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Bulan dua rakaat karena Allah ta’ala “}

Gerhana Matahari

أُصَلِّيْ سُنَّةَ لِكُسُوْفِ الشَّمسِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى


{” Ushallii Sunnatal Kusuufis-Syamsi Rak’ataini Lillahi Ta’alaa “}

Artinya : {” Aku niat (melaksanakan) shalat sunnah Gerhana Matahari dua rakaat karena Allah ta’ala “}

2. Takbiratul ihram
3. Membaca do’a istiftah kemudian berta’awudz, dan membaca surat Al Fatihah dilanjutkan membaca surat yang panjang.
4. Kemudian ruku’, dengan memanjangkan ruku’nya.
5. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamd’.
6. Setelah i’tidal ini tidak langsung sujud, namun dilanjutkan dengan membaca surat Al Fatihah dan surat yang panjang. Berdiri yang kedua ini lebih singkat dari yang pertama.
7. Kemudian ruku’ kembali (ruku’ kedua) yang panjangnya lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
8. Kemudian bangkit dari ruku’ (i’tidal) sambil mengucapkan ‘sami’allahu liman hamidah, rabbanaa wa lakal hamd’, kemudian berhenti dengan lama.
9. Kemudian melakukan dua kali sujud dengan memanjangkannya, diantara keduanya melakukan duduk antara dua sujud sambil memanjangkannya.
10. Kemudian bangkit dari sujud lalu mengerjakan raka’at kedua sebagaimana raka’at pertama hanya saja bacaan dan gerakan-gerakannya lebih singkat dari sebelumnya.
11. Tasyahud.
12. Salam.
13. Setelah itu imam menyampaikan khutbah kepada para jama’ah yang berisi anjuran untuk berdzikir, berdo’a, beristighfar, sedekah, dan membebaskan budak.

Dalam pelaksanaan sholat gerhana bulan ada sedikit perbedaan yaitu dalam bacaan fatihah dan juga bacaan surat dalam shalat tersebut dinyaringkan (dikeraskan),
sebagaimana terdapat dalam hadits Aisyah:

جَهَرَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – فِى صَلاَةِ الْخُسُوفِ بِقِرَاءَتِهِ


”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam menjaherkan bacaannya ketika shalat gerhana.” (HR. Bukhari no. 1065 dan Muslim no. 901)

sedangkan dalam melaksanakan shalat Gerhana Matahari bacaan tersebut tidak dinyaringkan (tidak dikeraskan). Dan dalam membaca surat disetiap raka’atnya disunahkan pula membaca surat-surat yang panjang.

Demikian yang dapat kami jelaskan "Tata Cara Niat Dan Waktu Sholat Gerhana Matahari/Bulan". seperti sebelumnya kami telah menjelaskan tata cara shalat jamak qashar dan banyak lagi yang lainnya makanya terus saja update disini. Semoga dengan adanya artikel kami ini dapat bermanfaat bagi kita semu. Amiiiiin.

Advertisement